KE-IPPNU-an

IPPNU merupakan bagian yang tak terpisahkan dari generasi muda Indonesia yang senantiasa berpedoman pada garis perjuangan Nahdlatul Ulama dalam menegakkan syariat Islam dan setia kepada Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan bernegara
IPPNU adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan dengan tujuan sebagai wadah aktifitas sosial dan program remaja NU yang bercirikan amaliah keagamaan sebagai antisipasi munculnya gejala sosial yang semakin terpengaruh oleh budaya asing dengan segala atribut yang lebih menampakkan sisi-sisi negatif perilaku kehidupan remaja
Selain itu IPPNU dijadikan sebagai wadah pengkaderan remaja NU agar berada pada on the track, sehingga nilai-nilai yang berazaskan Aswaja tetap terjaga keaslian dan kemurniannya. IPPNU secara organisasi dan administrasi terpisah dari IPNU


Sejarah Berdirinya IPPNU
Bermula dari perbincangan ringan yang dilakukan oleh beberapa remaja putri yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Guru Agama (SGA) Surakarta, tentang keputusan muktamar NU ke-20 di Surakarta, maka perlu adanya organisasi pelajar di kalangan Nahdliyyat. Dalam keputusan ini di kalangan NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU dan banom lainnya untuk membentuk tim resolusi IPNU Putri pada kongres IPNU di Malang Jawa Timur. Selanjutnya disepakati dalam pertemuan tersebut bahwa peserta putri yang akan hadir di kongres Malang dinamakan IPNU Putri
Dalam suasana kongres, ternyata keberadaan IPNU Putri nampaknya masih diperdebatkan secara alot. Semula direncanakan secara administratif hanya menjadi departemen dalam tubuh IPNU, sementara hasil negosiasi dengan pengurus teras IPNU telah membentuk semacam kesan eksklusivitas IPNU hanya untuk pelajar putra. Melihat hasil tersebut maka pada hari kedua kongres peserta putri yang diwakili oleh 5 daerah yaitu Yogyakartaa, Surakartaa, Malang,  Lumajang, dan Kediri terus melakukan konsultasi dengan 2 jajaran teras, banom NU yang menangani pembinaan organisasi pelajar yaitu PBB Ma’arif (Bapak KH. Syukri Ghozali) dan ketua PP Muslimat NU (Ibu Mahmudah Mawardi). Maka dari pembicaraan selama beberapa hari telah membuat keputusan sebagai berikut  :
  1. Tanggal 28 Februari sampai 5 Maret 1955 dalam pertemuan yang dihadiri 5 daerah disebut konferensi panca daerah
  2. Pembentukan organisasi IPNU putri secara organisasi daan administrasi terpisah dengan IPNU
  3. Tanggal 2 Maret 1955 M / 8 Rajab 1374 H dideklarasikan sebagai hari lahirnya IPNU Putri
  4. Untuk menjalankan roda orgaanisasi dan upaya pembentukan cabang selaanjutnya ditetaapkan ketua Umroh Mahfuddhoh dan sekretaris Syamsiyyah Tholib
  5. PP IPNU Putri berkedudukan di Surakarta  Jawa Tengah
  6. Memberitahukan dan memohon dengan merubah nama IPNU Putri menjadi IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama)

Perjalanan IPPNU dari Masa ke Masa
Sejalan dengan adanya pelaksanaan kongres dari zaman kemerdekaan sampai zaman reformasi tentunya mengalami berbagai peristiwa yang sangat monumental dalam suatu kongresnya di antaranya :
  1. Bulan Februari 1956 diadakan konferensi IPPNU di Surakarta
  2. Tanggal 1-4 Januari 1957 mengikuti muktamar NU di Pekalongan, acara itu juga menghasilkan lambang IPNU IPPNU
  3. Tanggal 14-17 Maret 1960 diadakan konbes I di Yogyakarta, membahas tentang keorganisasian, kemahasiswaan, pendidikan Islam serta bahasa Arab
  4. Tahun 1964 dilaksanakan konbes III bersama IPNU di Pekalongan dengan hasil, doktrin Pekalongan (independensi IPNU dan IPPNU, penetapan Pancasilaa sebagai azas IPNU IPPNU) dan mengusulkan agar KH. Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan
  5. Tanggal 30 Agustus 1966 dalam kongres di Surabaya IPNU dan IPPNU memohon kepada PBNU untuk dijadikan sebagai banom
  6. Pada perkembangan berikutnya nampak pemerintah juga tidak ingin mengambil resiko membiarkan dunia akademik terkontaminasi dengan unsur politik manapun sehingga diberlakukan UU No. 8 tahun 1985 tentang keormasan khusus untuk organisasi ekstra pelajar adalah OSIS. Selama itu IPPNU mengalami stagnasi pengkaderan dan PP didominasi oleh para aktivis yang usianya sudah melebihi batas, maka pada kongres ke IX IPPNU di Jombang tahun 1987 IPPNU berubah singkatan menjadi Ikatan Putri Putri Nahdlatul Ulama
  7. Bulan Oktober 1990 pada konbes IPPNU di Lampung menghasilkan citra diri dan memantapkan PPOA IPPNU
  8. Pada kongres X IPPNU tahun 1991 di Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem Jawa Tengah telah menguatkan independensi IPNU dan IPPNU sebagai organisasi terpisah
  9. Tanggal 10-14 Juli 1996 di pesantren Al-Musyaddidah Garut Jawa Barat mengadakan kongres IPPNU IX yang menekankan usia kepemudaan di tubuh IPPNU supaya sejajar dengan organisasi pemuda lainnya
  10. Konbes bulan September 1998 di Jakarta, merekomendasikan bahwa IPPNU menyambut baik atas pendirian PKB yang tidak menggunakan nama NU
  11. Tanggal 22-25 Maret 2000 dalam kongres XII IPPNU di Makassar Ujung Pandang telah mendeklarasikan IPPNU kembali ke basis kepelajaran dan wacana gender
  12. Tanggal 19-23 Juni 2003 pada kongres XIII di Sukolilo Surabaya menghasilkan keputusan bahwa IPPNU kembali ke khittoh pendirian yaitu Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama

Aqidah, Azas, Sifat, Tujuan, dan Fungsi IPPNU
Aqidah
IPPNU beraqidah Islam menurut faham Ahlus sunnah wal jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali
Azas
IPPNU berazaskan Pancasila
Sifat
IPPNU bersifat keagamaan, keilmuan, keterpelajaran, dan sosial kemasyarakatan
Tujuan
Tujuan IPPNU adalah kesempurnaan kepribadian bagi pelajar putri Indonesia sehingga akan terbentuk pelajar putri Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, dan berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya syariat Islam menurut faham Aswaja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
Fungsi
1.      Wadah menghimpun pelajar putri NU untuk melanjutkan nilai-nilai dan cita-cita perjuangan NU
2.      Wadah komunikasi interaksi dan integrasi pelajar NU untuk menggalang ukhuwah Islamiyyah dan mengembangkan syiar Islam Aswaja
3.      Wadah kaderisasi NU pada basis pelajar putri NU untuk mempersiapkan kader-kader bangsa
                            

Keanggotaan IPPNU
Anggota IPPNU adalah pelajar putri, santri putri, dan remaja putri yang berusia 12-30 tahun. Pelajar di sini mempunyai arti yang cukup luas yaitu orang yang masih mau belajar, baik dalam lembaga formal maupun lembaga non formal. Setelah IPPNU berubah akronim menjadi pelajar, maka segmentasi bidang garap IPPNU lebih ditekankan kepada tiga kader :
  1. Pelajar formal maupun non formal
  2. Pelajar di pondok pesantren
  3. Remaja putri yang masih berusia 12-30 tahun meskipun sudah tidak bersekolah
Untuk pendirian ranting / komisariat minimal 15 orang dan selanjutnya tidak boleh ada lagi atau mendirikan komisariat yang selain itu di lingkungan tersebut

Landasan Berorganisasi
  1. Diniyah / Agama
a.       Tauhid merupakan keyakinan yang kokoh terhadap Allah SWT sebagai ruh dan sumber inspirasi berfikir dan bertindak
b.      Persaudaraan dan persatuan dengan mengedepankan sikap mengasihi sesame makhluk
c.       Keluhuran moral dengan menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran
d.      Amar ma’ruf nahi munkar, sikap dakwah selalu menyerukan kebaikan dan mencegah segala bentuk kemunkaran
  1. Sosial Kemasyarakatan
Menjunjung tinggi kebersamaan di tengah kehidupan dengan mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi serta menyesuaikan diri dengan perubahan yang membawa manfaat bagi kemaslahatan umat
  1. Keikhlasan dan Loyalitas
Menjunjung tinggi keikhlasan dalam berkhidmat dan berjuang. Menjunjung tinggi kesetiaan (loyalitas) kepada agama, bangsa, dan Negara melalui kibaran panji IPPNU
  1. Keilmuan, Prestasi, dan Kepeloporan
Menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menjunjung tinggi dan menghargai nilai-nilai amal, kerja, dan prestasi sebagai bagian dari ibadah serta menjunjung tinggi kepeloporan dalam masyarakat


Orientasi
  1. Wawasan Kebangsaan
Ialah wawasan yang dijiwai oleh azas kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan yang mengakui kebinekaan social budaya, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, harkat dan martabat manusia
  1. Wawasan Keislaman
Ialah wawasan yang menempatkan ajaran Islam sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam memberikan makna dan arah pembangunan manusia
  1. Wawasan keilmuan
Ialah wawasan yang menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat untuk mengembangkan kecerdasan anggota dan kader
  1. Wawasan kekaderan
Ialah wawasan yang menempatkan organisasi sebagai wadah untuk membina anggota, agar menjadi kader-kader yang memiliki komitmen terhadap ideology cita-cita perjuangan organisasi serta bertanggung jawab dalam mengembangkan dan membentengi organisasi
  1. Wawasan keterpelajaran
Ialah wawasan yang menempatkan organisasi dan anggota pada pemantapan diri sebagai centre of excellence pemberdayaan sumber daya manusia yang berilmu, berkeahlian, visioner, yang diikuti dengan misi suci organisasi
Struktur Organisasi
  1. PP IPPNU (Pimpinan Pusat IPPNU) berada di ibu kota negara
  2. PW IPPNU (Pimpinan Wilayah IPPNU) berada di ibu kota provinsi
  3. PC IPPNU (Pimpinan Cabang IPPNU) berada di kota / kabupaten
  4. PCI IPPNU (Pimpinan Cabang Istimewa IPPNU) berkedudukaan di luar negeri
  5. PAC IPPNU (Pimpinan Anak Cabang IPPNU) berada di tingkat kecamatan
  6. PKPT IPPNU (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPPNU) berada di perguruan tinggi atau yang sederajat
  7. PR IPPNU (Pimpinan Ranting IPPNU) berada di tingkat desa / kelurahan
  8. PK IPPNU (Pimpinan Komisariat IPPNU) berada di sekolah atau pondok pesantren atau lembaga pendidikan
  9. PAR IPPNU (Pimpinan Anak Ranting IPPNU) berada di dusun / dukuh


Lambang dan Maknanya

Ø  Lambang organisasi berbentuk segitiga sama sisi yang berarti iman, Islam, dan ihsan
Ø  Warna dasar hijau tua berarti kebenaran dan kesuburan
Ø  Warna kuning melingkar berarti hikmah, kejayaan, dan cita-cita yang tinggi
Ø  Warna putih mengapit warna kuning berarti kesucian dan kebersihan
Ø  Dua garis tepi bermakna dua kalimah syahadat
Ø  Sembilan bintang melambangkan keluarga Nahdlatul Ulama yaitu bintang di atas yang besar di tengah melambangkan Nabi Muhammad SAW dan empat lainnya di kanan melambangkan khulafaurrosyidin. Empat bintang yang berada di kiri melambangkan empat madzhab
Ø  Lima titik di antara kata IPPNU bermakna rukun Islam
Ø  Dua kitab berarti Al-Qur’an dan Hadits
Ø  Dua bulu angsa bersilang berarti aktif menuntut ilmu umum dan ilmu agama, aktif membaca dan menulis
Ø  Dua bunga melati melambangkan sintesa atau paduan antara ilmu umum dan ilmu agama. Bunga berarti juga pelajar putri dan non pelajar putri

Hubungan IPPNU dan Ormas Lain
Kaitan IPPNU dan NU secara organisatoris merupakan badan otonom NU yang secara resmi tercantum pada anggaran rumah tangga NU pasal 27 point bagian f hasil muktamar NU Lirboyo Jawa Timur yang mana IPPNU mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan badan otonom yang lain.
Hubungan IPPNU dan IPNU, bahwa IPNU merupakan mitra kerja IPPNU, sedangkan IPPNU dengan ormas lain mempunyai kedudukan yang sejajar dan tergabung dalam satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda


Mars IPPNU
Ciptaan            : Muhtar Embut
Syair                : Mahbub Junaidi
Arr                   : Nur Kholis dan M. Thoifur Syairozi
Birama             : 4/4

Sirnalah gelap terbitlah terang
Mentari timur sudah bercahya
Ayunkan langkah pukul gendering
Sgala rintangan mundur semua

Tiada laut sedalam iman
Tiada gunung setinggi cita
Sujud kepala kepada Tuhan
Tegak kepala lawan derita

Di malam yang sepi di pagi yang terang
Hatiku teguh bagimu ikatan
Di malam yang hening di hati membakar
Hatiku penuh bagimu pertiwi

Mekar seribu bunga di taman
Mekar cintaku pada ikatan
Ilmu kucari amal kuberi
Untuk agama bangsa negeri

0 komentar:

Posting Komentar